CERITA PENDEK
PERSAHABATAN SAMPAI MATI
Baby adalah seorang cewek yang bandel dan sering tawuran. Sehingga ia sering dikeluarkan dari sekolahnya dan pindah ke sekolah lain. Padahal awalnya ia anak yang sangat bik dan ramah kepada semua orang. Tapi, semenjak kedua orang tuanya sering bertengkar dan sibuk dengan urusannya masing-masing Baby menjadi tidak di perhatikan dan bergaul dengan orang yang salah sehingga kelakuannya menjadi bandel dan badung sekali.
Setiap kali ia dikeluarkan dari sekolahnya. Orang tua Baby sudah tidak peduli lagi kepadanya. Apalagi, di sekolah ia tidak mempunyai teman. Meskipun ia anak yang bandel tapi, sebenarnya ia sangat tertekan menjadi anak broken home seperti sekarang. Ia, sangat ingin…sekali mendapatkan seorang sahabat yang baik dan mengertinya apa adanya. Bukan hanya memandang kekayaannya seperti teman-teman yang lainnya dulu.
Karena Baby sering bertengkar dengan temannya. Ia pun di pindahkan sekolahnya ke SMA Mahakarya. Sebenarnya, ia sudah bosan karena harus berpindah-pindah sekolah terus. Tapi, karena perbuatannya yang menurut sekolah mencemarkan nama baik sekolah itu jadi dengan terpaksa ia harus pindah sekolah.
Saat hari pertama masuk sekolah. Baby pusing mencari kelasnya. Ia pun masuk ke ruang guru. Untungnya di sana ada bu Lily wali kelas yang akan di tempati oleh Baby.
“Maaf bu, saya anak baru disini saya mau menanyakan kalau kelas 8b di mana yach?”, tanya Baby dengan nada tidak sopan.
“Oh, kamu anak yang baru pindah itu yach kalau begitu kebetulan. Ibu adalah wali kelas kamu. Mari bareng dengan ibu!”, jawab Bu Lily.
Setelah sampai di depan kelas. Bu Lily membuka pintu. Lalu semua pandangan tertuju kepada Baby. Orang orang di kelas belum mengenalnya. “Nah, anak-anak perkenalkan ini anak baru di kelas kita namanya Baby. Baby ini pindah dari sekolahnya yang lama. Ayo Baby perkenalkan diri kamu!”, ucap bu Lily.
“Mmm…Perkenalkan nama saya Baby Lestari. Saya pindah kesini karena katanya di sini orang-orangnya baik. Terimakasih.”, ucap Baby singkat.
“Baby kamu duduk dengan Marry!”, suruh bu Lily. Baby pun berjalan menuju bangku Marry. Marry adalah seorang cewek cantik, baik and pintar. Ia pun orangnya ramah kepada siapa pun.
Saat pelajaran berlangsung Marry tampak sangat senang bisa duduk dengan Baby. Baby pun demikian mereka berdua sangat akrab. Jam istirahat pun tiba. Marry mengajak Baby pergi ke kantin. Di kantin mereka mengobrol dengan sangat asyik.
“Baby, kamu emang kenapa pindah dari sekolah yang dulu saya rasa yang kamu ucapkan tadi bohong dech???”, tanya Marry.
“Sebenarnya aku pindah sekolah karena bertengkar dengan temanku sendiri. Jadi, aku dipindahkan ke sini.”, jawab Baby.
“Bab, kamu punya kakak atau adik mungkin?”, tanya Mary.
“Aku ini anak tunggal yang sangat malang nasibnya.”, jawab Baby dengan suara yang lemah.
“Maksudnya???”, tanya Marry keheranan.
“Aku ini dulu anak yang sangat bahagia semua keinginnku pasti akan terpenuhi semua kasih sayang, cinta dan semua hal yang membuatku bahagia bisa aku dapatkan. Tapi sayang saat aku beumur 10 tahun ayahku selingkuh dengan wanita lain. Sehingga, ibu tak pernah peduli kepada keluarganya termasuk aku begitupun ayah. Mereka, hanya memberiku uang saja padahal aku ingin kasih sayang seperti dulu. Sekarang aku menjadi anak broken home yang bandel”, ucap Baby dengan nada sedih.
“Kamu nggak usah sedih kayak gitu lagi! lagian masih banyak kok orang yang mau biak sama kamu termasuk aku. Menurutku meskipun masa lalumu suram kamu nggak usah menjadi anak bandel seperti sekarang. Lebih baik kamu manfaatin hidup kamu sekarang karena hidup itu hanya satu kali”, ucap Marry dengan sangat ramah.
“Tapi, kamu ggak ngerti perasaan aku. Aku tuh sedih dan terpukul atas kelakuan orang tuaku. Kenapa mereka tega melakukan itu. Dan kamu pasti kamu mau temenan sama aku Cuma karena aku ini orang kaya yang selalu punya uang”, ucap Baby dengan nada tinggi.
“Ya..Allah Bab kok kamu ngomong gitu sih. Aku tuh serius pengen temenan sama kamu. Ya udahlah kalau kamu udah mulai males ngomongin hal itu. Ngomong-ngomong kamu mau ikutan ekskul apa???”Ucap Marry.
“Aku nggak tau tuh mau ikutan ekskul apa emang kamu ikutan ekskul apa Mar”, tanya Baby.
“Kalau aku sih ikutan ekskul club pecinta alam. Rencananya sich besok kita akan pergi menaiki gunung Berjo. Apakah kamu mau ikut?”, ucap Marry.
“Mmmm…..boleh, boleh aja sih aku kan seneng banget naik gumung kayak gitu. Kalau gitu anterin aku daftar dong ekskulnya dong!.”, jawab Baby.
“Iyaa…Tapi, nanti sesudah kita shalat dzuhur pulang sekolah”Ucap Marry.
“Oke lah Marr”, jawab Baby.
Bel masuk pun berbunyi mereka masuk ke kelas berdua. Begitupun saat pulangnya. Saat menuju masjid sekolah untuk Shalat. Baby mulai merasa ragu karena sudah lama ia tidak shalat Marry pun mengjarkannya cara berwudlu dan shalat lalu mengantarkannya ke tempat pendaftaran ekskul club pecinta alam.
“ Bob, kenalin ini anak baru ia mau ikutan ekskul ini. Boleh yaach!!!!”, pinta Marry kepada ketua ekskul itu.
“ Boleh kok. Emang namanya siapa dan dari kapan dia pindah???”, tanya Boby.
“Oh, namanya Baby, dia baru masuk sekarang.”, jawab Marry.
“Kalau begitu besok kalian datang dan bawa peralatan naik gunung jam 07.00 di lapangan basket.” , ucap Boby.
Baby mengajak Marry main ke rumahnya untuk membereskan barang-barang untuk besok bersama-sama. Saat sampai di rumah baby Marry sangat terkejut karena rumah Baby sangat bagus dan besar. Sedangkan, rumah Marry kecil dan jelek. “Bab rumahmu bagus banget.”, ucap marry dengan terkagum-kagum.
“Ah….ini mah sih biasa aja lagi marr!”, ucap Baby. Mereka berdua pun masuk kedalam kamar Baby disana barng-barang nya sangat antic dan mahal. Jadi, Marry sangat takut untuk merusaknya. Karena waktu sudah menunjukkan waktunya untuk shalat Ashar. Marry pun mengajak Baby untuk shalat dulu.
Setelah selesai shalat. Marry pamit pulang karena ia tidak boleh pulang lebih dari jam 04.00 sore. Baby merasa sedih karena Marry akan pulang. Tapi masa Baby harus merengek kepada Marry supaya janga pulang.
1 jam pun berlalu Baby sangat senang pada saat itu, hari pun berganti malam Baby pun ingin cepat tidur agar besok ia bisa bangun pagi dan berangkat ke sekolah tepat waktu.
Baby mendapatkan sebuah mimpi buruk tentang seorang sahabat yang mendekat lalu pergi begitu saja dan Baby tidak tahu mengapa orang itu pergi begitu saja. Ia menganggap itu hanya mimpi buruk saja yang bisa dialaminya.
Saat ia terbangun dari tempat tidurnya sudah terlihat banyak SMS dari Marry untuk dirinya yang isinya mengatakaan agar Baby segera shalat Shubuh. Untungnya jam baru menunjukkan pukul 05.00 pagi masih ada waktu untuk shalat. Setelah selesai shalat, Baby langsung mandi, sarapan dan pergi ke sekolah membawa tas yang kelihatannya sangat berat.
Ia menyetop taxi di depan rumahya padahal biasanya Baby selalu ingin diantar oleh supirnya. Semua orang dirumahya keheranan melihat sikap Baby yang berubah derastis sejak berteman dengan Marry.
Saat sampai disekolah ia mencari Marry. Dan bertemunya di kantin sekolah.
“ Bab kita di suruh membuat regu 1 kelompok itu 2 orang!”, ucap Marry.
“Kalau begitu kita sudah siap donk.”, ucap Baby.
“Tapi Bab kok perasaanku kok jadi gak enak kaya gini yah?”, ucap Marry. “Ah…itu Cuma pirasat doang kok.”, jelas baby. Mereka pun mulai berangkat bareng dengan rombongan. Saat di perjalanan mereka beristirahat dulu karena sudah agak jauh mendaki dan hari sudah sangat panas. Marr ayo kita shlat berjamaah, disana ada mesjid tuh.
Saat hendak berjalan ke mesjid. Tiba-tiba Boby menyusul dari belakang.
“Hey! Kalian mau kemana?”, tanya Boby. “Oh…kita amu ke masjid kamu mau ikut kita shalat bareng yuk!”, ucap Baby. “Boleh. Kita shalat berjamah yuk dan aku imamnya.”, ucap Boby.
Mereka bersama-sama shalt dan pulang l;agi ketempat istirahat. Hari jadi agak mendung. Mereka pun memutuskan untuk membuat tenda disitu. Karena tempatnya lumayan aman.
Saat matahri akn terbenam Baby mengajak Marry melihat sunset.
“ Bab aku mau gomong sama kamu. Aku seneng banget deket sama amu. Kamu itu anak yang baik pintar lagi. Yah meskipun masa lalu kamu buruk aku teep pengenbanget temenan sama kamu selamanya.”, ucap Marry dengan nada serius.
“apalagi aku Marry. Aku nggak pernah ngerasain senang seperti ini aku seperti melayang di udara. Hidupku menjadi terasa ringan setelah ada kamu. Kamu mau janji sesuatu kan sama aku. Kita ini harus jadi sahabat yang nggak akan pernah berpisah selamanya.”, ucap Baby. “Yah…aku janji. Dan inget pesan aku kamu jangan pernah tinggalin shlat karena itu sangat penting Bab!’, ucap Marry.
“ Siap bosss.”, ucap Baby.
Hari pun semakin malam rombongan kemah pun banyak yang sudah ngantuk lalu tidur di tendanya masing-masing. Begitupun Marry dan Bay.
Saat hari esok tiba mereka pun melanjutkan pendakain. Batu demi batu mereka lalui. Tapi tiba-tiba tali pengaman Marry putus. Spontan aku berteriak menahan Marry dan kupegang tangannya. Semua orang malah melihatku dan menjerit-jerit kaget melihatnya. Marry sudah tidak kuat pegangan kepadaku. Ia pun melepaskan tangannya perlahan dari tanganku. Hatiku punmerasa jatuh bersama Marry.
“Marr kok kamu lepasin peganngannya. Kamu jangan pergi duluan kita kan udah janji untuk menjadi sahabat selamanya. Jadi, kamu jangan pergi duluan. Kamu jahat Marry.”, ucap Baby tersedu-sedu. Semenjak kejadian itu setiap hari Baby tak pernah lupa untuk shlat lima waktu. Ia pun menjadi wanita berkerudung. Tapi, sayang karena ia terlalu shok dan stress karena memikirkan Baby ia pun meninggal dunia dan makamnya di kuburkan di samping makam Marry yang telah meninggal lebih duluan dari Baby.
Komentar
Posting Komentar